Kabar dari Pelosok Daerah
Apr. 12. 2018 Tech by fadil

Bukan Cuma Ponorogo yang Punya Reog Melegenda, Sidoarjo Juga Punya dengan Reog Cemandi


Bukan Cuma Ponorogo yang Punya Reog Melegenda, Sidoarjo Juga Punya dengan Reog Cemandi
Reog sendiri identik dengan Kota Ponorogo namun belum banyak yang tau Reog Cemandi adalah kesenian asli Sidoarjo. Kesenian itu muncul pada tahun 1926. Reog Cemandi berbeda dengan Reog Ponorogo. Yang membedakan adalah tidak adanya warok, dan topengnya tidak dihiasi dengan bulu merak seperti ciri khas reog Ponorogo. Irama musik yang digunakan adalah angklung dan gendang kecil.

Jumlah pemain Reog Cemandi sekitar 13 orang. Dua penari yang memakai topeng Barongan Lanang (laki-laki) dan Barongan Wadon (perempuan), enam penabuh gendang dan empat pemain angklung. Saat memainkan tarian itu, dua penari Barongan Lanang dan Barongan Wadon mengiringi penabuh gendang yang ada di tengahnya. Enam penabuh gendang itu membentuk formasi melingkar sambil mengikuti irama.



Dulunya, Reog Cemandi adalah pertunjukan yang dipakai masyarakat desa Cemandi, kecamatan Sedati untuk mengusir penjajah Belanda. Waktu itu, salah satu kyai dari Pondok Sidoresmo Surabaya, menyuruh masyarakat setempat untuk membuat topeng dari kayu pohon randu. Topeng itu dibentuk menyerupai wajah buto cakil dengan dua taring. Setelah itu, masyarakat setempat melakukan tari-tarian untuk mengusir penjajah yang akan memasuki desa Cemandi.

Selain untuk mengusir penjajah pada waktu itu, tarian tersebut juga sebagai himbuan kepada masyarakat sekitar untuk selalu mengingat Tuhan Yang Maha Esa. Anjuran itu tersirat dalam sair pangelingan (pengingat) yang dilantunkan pemainnya sebelum memulai pertunjukan. "Lakune wong urip eling gusti ning tansah ibadah ing tengah ratri" ucap Arif Juanda menirukan sair itu.



Kini, pertunjukan Reog Cemandi itu sudah berubah fungsi. Masyarakat sekitar biasa mengundang kesenian Reog Cemandi itu untuk hajatan mantenan, sunatan atau acara lainnya. Selain itu, masyarakat sekitar percaya, bahwa tarian Reog Cemandi bisa untuk menolak balak (membuang sial). "Kalau arak-arakan pasti kami yang di depan. Karena untuk menolak balak" tegasnya lagi.

Tags
#Jawa Timur
#Barongan Wadon
#Barongan Lanang
#Sidoarjo
#Reog Cemandi
#kabardaerah.id

Komentar

Photo Slider

Kehebatan Baju Batik Indonesia yang Sudah Go Internasional!
Bali dan Kekayaan Budayanya
7 Surga Dunia di Indonesia yang Gak Bisa Dilewatkan Para Traveler
10 Wisata Indah nan Keren di Probolinggo, Gak Kalah Instagenic
Banyak Sopir Taksi Online Cirebon Jual Mobil, Begini Tanggapan Gojek
5 Alasan Mengapa Anak Milenial Tidak Suka Nonton Teater